Waspada! Berikut Adalah Lima Ciri Mesin ATM Yang Telah Dimanipulasi

warga-tarakan-waspada-ada-10-atm-dipasangi-call-center-palsu

Mungkin ini adalah sebuah kisah klasik yang sering sekali menjadi ancaman bagi semua orang yang pastinya selalu menggunakan mesin ATM dalam urusan keuangan.

Sudah banyak kita ketahui, mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) adalah benda yang paling sering dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. Namun, sayangnya banyak dari kita tidak mengetahui apa dan bagaimana modus kejahatan tersebut.

Hal ini disebabkan banyak hal, salah satunya karena kurangnya sosialisasi dari pihak bank maupun kepolisian. Oleh karena itu seperti dirangkum SuratKabar dari berbagai sumber berikut adalah 5 ciri ATM yang telah dimanipulasi.

  1. Skimmer

 Modus kejahatan ATM palsu dengan menggunakan alat magnetic card reader atau yang lebih dikenal dengan Skimmer sudah marak dan mungkin beberapa dari kamu mengetahui modus kejahatan mesin ATM satu ini. Namun, apa dan bagaimana cara mengenalinya, banyak orang yang belum memahami.

spycam

Cara mengenali penipuan ATM sebenarnya cukup mudah, namun kamu harus teliti. Biasanya alat ini menyerupai slot kartu pada mesin, jadi kamu bisa memperhatikan jika bentuk slot kartu terlihat janggal kamu lebih baik tak usah memakai ATM palsu tersebut.

Kamu juga bisa melihat apakah lampu LED pada slot menyala, jika tidak, bisa dipastikan slot tersebut dipasangi Skimmer pada bagian dalam.

  1. Mengganjal Slot Kartu

 Trik modus satu ini adalah trik yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, biasanya ATM di pinggir jalan di tempat sepi adalah sasarannya. Oleh karena itu lebih baik kamu menghindari menggunakan ATM yang terdapat di tempat-tempat sepi.

Namun, jika terpaksa, kamu bisa melakukan pencegahan dengan mengecek bagian slot kartu dengan menggunakan lampu flash pada smartphone kamu.

medium_32atm-modus-ganjal

Jika ada benda mencurigakan seperti halnya batang kayu atau kain, lebih baik urungkan untuk memakai mesin ATM tersebut, karena kartumu bisa tertelan dan dimanfaatkan penjahat yang telah menunggu di sekitar tempat ATM berada.

Ya, mungkin cara ini adalah salah satu yang paling sulit dikenali dalam hal penipuan ATM, karena ia berupa software perusak pada mesin ATM dan biasanya menyasar orang yang melakukan penarikan uang.

Selain itu mesin ATM palsu dan dimanipulasi tak hanya berada di tempat sepi, bisa juga terdapat di minimarket yang ramai.

Meski sulit, kamu tetap bisa mengenalinya, jika ada petugas atau di minimarket kamu bisa bertanya dahulu, apakah mesin ATM tersebut berfungsi dengan baik.

Jika tidak ada petugas, kamu bisa melakukan percobaan dengan menarik uang dalam jumlah kecil, seperti 50 ribu rupiah. Jika lancar, berarti tidak apa-apa.

Namun, jika tiba-tiba mesin ATM mati, bahkan di satu kasus sampai membuat listrik turun, lebih baik segera pindah ke ATM lain, karena hal itu dapat membuat saldomu terbaca telah ditarik, namun uangmu tak keluar dari mesin.

  1. Software Palsu ATM

Ya, mungkin cara ini adalah salah satu yang paling sulit dikenali dalam hal penipuan ATM, karena ia berupa software perusak pada mesin ATM dan biasanya menyasar orang yang melakukan penarikan uang.

Selain itu mesin ATM palsu dan dimanipulasi tak hanya berada di tempat sepi, bisa juga terdapat di minimarket yang ramai.

Meski sulit, kamu tetap bisa mengenalinya, jika ada petugas atau di minimarket kamu bisa bertanya dahulu, apakah mesin ATM tersebut berfungsi dengan baik.

2e40cc58172d6a8c227b559d00e2c06c-1

Jika tidak ada petugas, kamu bisa melakukan percobaan dengan menarik uang dalam jumlah kecil, seperti 50 ribu rupiah. Jika lancar, berarti tidak apa-apa.

Namun, jika tiba-tiba mesin ATM mati, bahkan di satu kasus sampai membuat listrik turun, lebih baik segera pindah ke ATM lain, karena hal itu dapat membuat saldomu terbaca telah ditarik, namun uangmu tak keluar dari mes

  1. Kamera Tersembunyi

Seperti halnya Skimmer, kamera pengintai biasanya berbentuk mirip dengan bagian pada mesin ATM. Alat ini bertujuan untuk merekam pin yang kamu masukkan saat menggunakan mesin.

Baca Juga:

Artikel Mancanegara:

Reply