Polisi Sebut Jika Salah Satu Tersangka Makar Adalah Tim Sukses Agus-Sylvi

017gde-sarjana

Gde Sardjana menjalani pemeriksaan guna dimintai keterangan seputar dugaan aliran dana terhadap tersangka kasus penyebaran informasi SARA yang menimbulkan kebencian, Jamran.

Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, aliran dana dari Gde Sarjana (suami Sylviana Murni) kepada Jamran, tersangka dugaan kasus makar, ialah untuk keperluan kampanye tim sukses pasangan calon Gubernur DKI Jakarta; Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana.

“Informasi yang kami dapat, keperluan mereka mentransfer itu untuk tim sukses pasangan nomor satu (Agus-Sylvi). Ada dugaan aliran dana kepada Jamran,”  jelas Argo di Markas polda Metro Jaya, seperti dilansir dari tempo.co Sabtu, (31/12/2016).

Saat ini pihak Argo mengatakan mereka masih terus menggali dan mendalami informasi tersebut.

“Masih kami dalami, karena Jamran punya massa di situ,” ujarnya.

Suami calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni yang juga adalah pengusaha, Gde Sardjana, membantah telah mentransfer dana yang dihubungkan dengan praduga tindak pidana makar. Gde menyingkapkan hal itu setelah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus terkait, kemarin.

Gde Sardjana datang ke Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya pukul 12.40. Ia selesai diperiksa sekitar 20.00 WIB tadi malam.

Gde juga membenarkan pihaknya sempat mentransfer dana Rp 10 juta kepada Jamran, yang saat ini menjadi tersangka dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Diduga Jamran menyebarkan informasi SARA dan menimbulkan kebencian.

Transfer oleh Gde Sardjana dilakukan tiga kali dengan total Rp 25 juta. “Pertama, Rp 10 juta tunai. Kedua, Rp 5 juta transfer melalui teman istrinya sekitar bulan November lalu. Ketiga, Rp 10 juta. Tapi alasannya untuk keperluan operasi istrinya [Jamran],” jelas Argo.

Di depan wartawan, Gde Sardjana mengakui pernah mengirim uang Rp 10 juta kepada Jamran. Namun selebihnya, dengan tegas ia membantah keterlibatannya dengan rencana makar yang dilakukan Jamran dan sekelompok orang pada Aksi Damai 212 awal bulan Desember lalu.

“Demo aja seumur hidup saya tidak pernah, enggak ada kaitan (dengan makar),” kata Gde kepada wartawan setelah diperiksa penyidik, petang Jumat (30/12/2016).

Disebutkan dana itu merupakan bantuan darinya kepada Jamran karena istri Jamran hendak menjalani operasi. “Karena dia telepon, kan istrinya dioperasi, sebagai perkawanan aja,” ungkap Gde.

Gde mengaku mengenal Jamran saat pernah sama-sama menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia. Ia tidak mengenal para tersangka kasus dugaan makar lainnya, seperti Rachmawati Soekarno Putri dan lain-lain. “Enggak, saya enggak ada yang kenal sama mereka,” akunya.

Gde juga menyatakan dirinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan dugaan perencanaan makar, termasuk aksi demo 212.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, telah mengklaim pihaknya mengetahui tiga orang terkait dugaan aliran dana makar itu. Namun, ia menolak menyebutkan siapa pihak-pihak yang dimaksud.

“Sementara kita belum bisa jelaskan,” kata Iriawan.

Survey Pilkada DKI SuratKabar.id

Sumber: BeritaKita.co

Baca Juga:

Artikel Mancanegara:

Reply